TRANSFER FACTOR adalah molekul yang sungguh unik yang berisi informasi kecerdasan sistem kekebalan yang dibutuhkan untuk Mengenali, Menanggapi, dan Mengingat setiap ancaman kesehatan yang tidak diinginkan. 4Life ™ Transferceutical Produk yang sungguh-sungguh memberikan apa yang paling penting diperlukan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh.

Kajian ilmiah ini dilakukan oleh: Darryl See, M.D. Director, Bioassay Laboratory
Institute of Longevity Medicine


Dua puluh pasien,terdiri dari 12 pria dan 8 wanita, yang dipilih untuk dilakukannya kajian ini. Usia rata-rata para pasien adalah 49,3. Tahun 
Semua penderita kanker ini masing-masing sudah dalam kondisi stadium 3 atau 4. 
Para pasien pada dasarnya sudah dianjurkan untuk melakukan pengobatan di rumah masing-masing oleh dokter onkologi nya dikarenakan sudah dalam kondisi yang parah.
Harapan hidup rata-rata para penderita kanker ini adalah 3,7 bulan. 

Metodenya adalah dengan memberikan setiap pasien 9 kapsul Transfer factor Plus per hari . 
Para pasien juga diberi sejumlah nutrisi umum lainnya. 
Setelah delapan bulan, 16 dari para penderita kanker ini masih hidup dan dalam proses penyembuhan yang semakin membaik dan stabil.

Baseline untuk fungsi sel pembunuh alami adalah 6.4. Dalam waktu 4 minggu rata-rata fungsi sel NK (Natural Killer Cell) telah meningkat menjadi 25,7 dan dalam 6 bulan meningkat menjadi 27,6. Hal ini berarti terjadinya kenaikan 400% fungsi NK Cell. Ini adalah studi yang berkelanjutan. 

Penelitian berikut ini dilakukan di Institute of Longevity. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
meneliti efek sinergis komponen Transfer Factor Plus ™. Setiap komponen diuji secara terpisah lalu kemudian diuji secara keseluruhan.
Hasil dari komponen campuran meningkatkan Fungsi sel NK lebih daripada jumlah total semua bahan yang diuji secara terpisah. 
Studi ini menunjukkan bahwa kecerdasan yang terdapat dalam Transfer Factor ™ mempunyai efek meningkatkan efektivitas nutrisi lainnya.



[ Read More ]

Kecanggihan dunia kedokteran dewasa ini tidak diragukan lagi karena ditunjang dengan teknologi modern yang memampukan diagnosa berbagai macam penyakit dan pengobatan tubuh. demikian juga jumlah rumah sakit yang berkwalitas dan dokter ahli semakin hebat dan banyak, namun mengapa justru "orang sehat menjadi mahluk yang sangat langka ?"

Mari kita renungkan mengapa wabah penyakit seperti demam berdarah, flu burung, TBC & Hepatitis semakin berkembang, padahal dunia farmasi semakin hebat, jenis obat-obatan baru untuk melawan penyakit semakin banyak ditemukan dan penelitian semakin banyak dilakukan. Mengapa semua ini seolah tidak berdaya dalam melakukan pencegahan penyakit.

Masyarakat modern dewasa ini mempunyai paradigma bahwa sehat itu identik dengan "makan obat & dokter". Sekecil apapun penyakit yang menyerang tubuh selalu ditekan dengan berbagai macam obat-obatan. Paradigma ini justru membuat pertahanan tubuh menjadi mandul.

Kita lebih memilih tubuh kita menjadi medan "pertempuran antara obat-obatan dan agen-agen penyakit", yang justru meninggalkan efek samping dan masalah kesehatan baru. Sistem kekebalan tubuh menjadi lemah sehingga tidak mampu untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Tidak heran belakangan ini banyak timbulnya kasus penyakit degeneratif seperti kanker dan infeksi seperti HIV/AIDS yang sebelumnya tidak banyak dikenali menjadi lebih ganas.

Sebenarnya kita banyak melupakan obat yang paling hebat yang diberikan oleh Sang pencipta di dalam tubuh kita yang sudah ada pada tubuh manusia sejak manusia dibentuk dalam rahim ibunya, yaitu "IMMUNE SYSTEM", sebuah sistem pertahanan tubuh yang super canggih, yang virus HIV sekalipun tidak akan dengan mudah bisa masuk dan berkembang dalam tubuh yang sistem immunitasnya sangat baik.

Sudah saatnya kita semua tersadar untuk mengembalikan fungsi sistem kekebalan tubuh kita sebagai "obat yang ajaib" dalam penyembuhan dan benteng pertahanan kesehatan tubuh kita.Dengan mengkonsumsi Transfer Factor mengembalikan "Keajaiban" Sistem Imun tubuh kita bekerja seperti seharusnya.

Transfer Factor adalah produk yang mencerdaskan, meningkatkan serta menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh kita yang paling kuat, paling ampuh dan paling efektif yang diakui didunia ilmu pengetahuan abad ini.



[ Read More ]

Apakah Anda sedang mengalami masalah kesehatan sama seperti yang sedang dihadapi di seluruh dunia?

Autoimmun, adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri yang merupakan penyebab utama penyakit kronis yang serius. 

Seseorang yang tampaknya sehat bisa menderita karena terlalu banyak bekerja dan lemahnya sistem kekebalan tubuh. Kita semua menghadapi masalah kesehatan dikarenakan stres daripada sebelumnya karena meningkatnya polusi dan tantangan lainnya yang mengancam sistem kekebalan tubuh kita.

Jutaan orang di seluruh dunia menderita sedikitnya satu dari lebih dari 80 penyakit yang dikenal sebagai autoimun antara lain: Lupus, Diabetes, Scleroderma, Multiple Sclerosis, , hepatitis kronis, Rheumatoid Arthritis, Alergi, Asma, sakit parah dan banyak lagi.

Lebih dari satu juta orang meninggal karena penyakit jantung koroner setiap tahunnya. 

Kanker adalah penyebab kematian,nomor 2 yang merenggut nyawa lebih dari satu juta jiwa per tahun.

Pertanyaannya: Mengapa beberapa orang menderita penyakit ini sementara yang lainnya tidak?

Jawabannya terkait erat dengan keefektifan dari sistem kekebalan tubuhnya. Profesional medis menemukan bahwa sistem kekebalan tubuh terhubung ke hampir setiap aspek dari tubuh dan pikiran Anda.

Merujuk pada ratusan laporan medis, yang menyatakan mayoritas populasi penduduk menderita karena rendahnya tingkat efisiensi kekebalan tubuh. Ini berarti bahwa dalam banyak kasus manfaat dari fungsi sel pembunuh alami (NK Cell) dalam tubuh tidak beroperasi secara optimal.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Satamo Study Group di Jepang menunjukkan bahwa orang yang tinggi aktivitas sel NK nya cenderung beresiko rendah terserang kanker daripada seseorang yang aktivitasi sel NK nya rendah. 

sistem kekebalan tubuh sangat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh. Bahkan tingkat energi Anda dan seberapa sehat di usia Anda saat ini terhubung ke sistem kekebalan tubuh Anda.

"Orang-orang mengalami hasil peningkatan system imun yang luar biasa dengan Transfer Factor"

Para ilmuwan dari Harvard University dan Columbia University mengejutkan dunia cardiology ketika mereka mengungkapkan dalam edisi terbaru Scientific American bahwa sebenarnya penyakit jantung disebabkan kurang berfungsinya system kekebalan tubuh.

Selama beberapa dekade, kardiolog percaya bahwa penyakit jantung disebabkan penumpukan kolestrol di dalam saluran arteri.
Sekarang diketahui bahwa penyakit jantung disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi dan kolesterol di dalam lapisan arteri.


Orang sehat Berubah Menjadi Penderita Jantung Dan Kanker

Penemuan bahwa penyakit jantung bersumber dari sistem kekebalan tubuh, menjelaskan mengapa penyakit jantung terus meningkat walaupun telah dilakukan olahraga yang cukup dan telah melakukan diet rendah lemak.
Diperkirakan bahwa 66 juta orang menderita semacam kondisi kardiovaskular.
Penyebab penyakit jantung yang baru baru ini ditemukan merupakan target dari Transfer Factor.

SARS, Penyakit Sapi Gila, Flu Burung ... Penyakit Baru Mengancam Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat dari mendidik dan menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh bukanlah hal yang dibesar-besarkan. Transfer Faktor berfungsi lebih dari mendidik dan memberi kemampuan regulasi yang super terhadap sistem kekebalan tubuh. Transfer Faktor merupakan langkah baru dalam dunia ilmu pengetahuan. Dimana Nutrisi lainnya tidak dapat melakukan apa yang dapat dilakukan Transfer Factor.

[ Read More ]

Formula yang dikembangkan oleh peneliti di 4Life Research telah disetujui oleh dokter-dokter dan ahli sistem daya tahan tubuh terkemuka di dunia dan terdaftar pada Physicians Desk Reference (PDR)

Para ahli telah berpaling ke PDR® untuk obat-obat resep selama lebih dari 55 tahun! Saat ini, PDR dianggap sebagai referensi obat resep standar dan dapat ditemukan di setiap kantor para ahli, rumah sakit, dan apotek di Amerika. 

Transfer Factor muncul di majalah Total Health pada tahun 2006. Berikut kutipannya..."Tidak peduli berapa banyak uang yang diinvestasikan untuk melindungi kita dari serangan flu avian atau epidemi lainnya, sistem imun adalah pertahanan pertama dan terakhir kita. Nilainya tak terkira, karea tanpa daya tahan tubuh, kita akan menghadapi infeksi, penyakit, kelemahan, dan kematian.
Beruntung, penelitian ilmiah terus mengungkap kaitan menjanjikan antara molekul transfer factor dan respon optimal".


4Life® Transfer Factor™ Sekarang Disetujui Oleh Kementerian Kesehatan Rusia untuk digunakan di setiap Rumah Sakit dan Klinik!
Suplemen Diet Pertama yang pernah Disetujui untuk Digunakan oleh para Dokter dan Rumah Sakit di Rusia.

SANDY, UT (1 Oktober, 2004) - Dalam sebuah pernyataan dalam sejarah jaringan pemasaran, 4Life hari ini mengumumkan bahwa produk 4Life Transfer Factor sebagai pengubah sistem daya tahan tubuh telah disetujui penggunaanya di semua rumah sakit dan klinik di Federasi Rusia. 

Hasil dari 10 percobaan klinikal yang dilakukan secara terpisah dan dua eksperimen mengenai produk 4Life Transfer Factor digabungkan dalam Dokumen Metodologis yang disetujui oleh Menteri Kesehatan, yang sekarang memungkinkan para dokter untuk merekomendasikan produk 4Life Transfer Factor Classic dan 4Life Transfer Factor Plus® pada pasien. 

Suplemen Diet Pertama yang Disetujui Penggunaannya oleh para Dokter dan Rumah Sakit di Rusia
Mengomentari pencapaian yang luar biasa ini, David Lisonbee, CEO dari 4Life menyatakan, “Sepengetahuan saya, ini pertama kalinya dalam sejarah industri, sebuah suplemen diet disetujui penggunaanya di rumah sakit-rumah sakit di Rusia. 

Kementerian Kesehatan Rusia adalah sejajar dengan Food and Drug Administration di Amerika. Para dokter dan ilmuwan dari Rusia telah bekerja bersama para ilmuwan dari 4Life selama beberapa tahun untuk sampai pada pencapaian ini. Persetujuan ini menciptakan peranan baru dari suplemen diet dalam sistem kesehatan di Rusia. 

Respon Luar Biasa dari Akademi Ilmuwan Medis Rusia 
Di sektor penelitian yang lain dari 4Life Transfer Factor, Dr. Kisielevsky dari Akademi Ilmuwan Medis Rusia menyatakan, “Sampel 4Life [Transfer Factor Advanced Formula] mengaktivasi pembunuh natural aktivitas sel lebih dari obat Interleukin-2 (IL2) yang sebelumnya kami gunakan sebagai standar” Penemuan ini telah menarik perhatian dari International Scientific and Technical Center (ISTC) di Rusia.











[ Read More ]

Lebih dari separuh perusahaan Bioteknologi di dunia saat ini berkonsentrasi pada produk yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini dikarenakan hasil dari penelitian medis akhir-akhir ini menemukan bahwa sebagian besar penyakit yang diderita seseorang diakibatkan oleh gagalnya sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi agen-agen penyakit yang menyerang tubuhnya. 

Juga adanya akibat tidak langsung dari menurunnya citra pengobatan konvensional dari segi efektivitas dan mahalnya biaya untuk mengatasi berbagai penyakit kronis, terutama yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh dan penyakit degenaratif. Juga karena kecenderungan meningkatnya efek samping dari pengobatan konvensional.


Transfer Factor merupakan penemuan yang fenomenal dalam dunia ilmu pengetahuan abad ini. suatu terobosan baru dalam paradigma penyembuhan penyakit dan dalam menjaga kesehatan tubuh dengan aman. 

Transfer Factor merupakan product penunjang sistem kekebalan tubuh yang terkuat & terefektive yang dikenal dalam dunia ilmu pengetahuan.


[ Read More ]

Penggunaan obat antibiotik untuk mengobati infeksi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Para ahli memperingatkan dokter dan suster untuk lebih berhati-hati dalam memberikan antibiotik dosis tinggi pada anak.

Pemberian yang sangat hati-hati ini berkaitan dengan masalah keselamatan dan kesehatan si anak nantinya.
Penggunaan obat antibiotik dengan tidak benar pada usia muda berisiko menyebabkan kerusakan ginjal atau kehilangan pendengaran.


Pemberian antibiotik yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mempengaruhi efektivitas dan toksisitas dari obat itu sendiri.

Antibiotik yang diberikan harus aman bagi anak yang sedang sakit agar reaksi merugikan yang mungkin timbul dapat diminimalisir. Karenanya orangtua juga harus diberitahu mengenai kemungkinan risiko dari setiap perawatan yang diberikan pada anakinya.

"Karena daya tahan tubuh anak belum terbentuk secara sempurna sehingga setiap tindakan yang diambil harus dipikirkan mengenai risikonya," katanya.

Seperti dikutip dari Irishhealth, antibiotik adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Namun antibiotik tidak akan efektif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus.

Jika seseorang mengalami sakit tenggorokan atau flu yang disebabkan oleh virus, maka pengobatan dengan antibiotik hanya sedikit atau tidak memiliki peran sama sekali. Karena sebenarnya penyakit yang disebabkan oleh virus bisa hilang dengan sendirinya jika memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Jadi jika dokter memberikan antibiotik untuk sakit flu itu suatu kekeliruan.

Beberapa antibiotik hanya efektif terhadap bakteri tertentu saja, sebagai contoh antibiotik penisilin bisa diresepkan untuk sakit tenggorokan akibat bakteri streptokokus. Meresepkan antibiotik tergantung dari letak dan tipe dari infeksi yang muncul.

Bakteri memiliki kemampuan untuk mengalami resistensi atau kebal terhadap antibiotik, sehingga penggunaan antibiotik tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Namun antibiotik akan memiliki potensi yang efektif jika digunakan secara tepat.

Beberapa antibiotik ada yang menimbulkan efek samping seperti mual, muntah atau diare akibat perubahan keseimbangan bakteri di dalam usus. 

Transfer Factor Pelindung Kesehatan Anak yang Sangat Aman
Transfer Factor tidak berbahaya, benar-benar aman, tidak berasa dan mudah dikonsumsi. Terutama untuk Anak-anak kelihatannya lebih mendapat manfaat dari pemberian Transfer Factor. Transfer Faktor ini biasanya dapat dengan mudah ditambahkan ke susu formula, Jus atau makanan yang dikonsumsi. 

Dr David Markowitz, seorang dokter anak yang praktek di Maine baru saja menyelesaikan kajian selama dua belas bulan pengalaman pertamanya memberikan Transfer Factor kepada para pasien anak-anak. Kajian tersebut menemukan bahwa delapan puluh delapan anak-anak yang menggunakan Transfer Factor setiap hari pada dosis yang dianjurkan selama enam bulan atau lebih menunjukan bahwa 74% menunjukkan mengalami penurunan penyakit dan 84 % dilaporkan terjadi penurunan penggunaan antibiotik. Dengan menggunakan ukuran apa pun, hasil ini sangat signifikan. Sama pentingnya adalah kenyataan bahwa tidak ada efek samping yang dilaporkan. Di samping itu, Dr Markowitz menekankan bahwa hasil awal menunjukkan bahwa lebih dari US $ 25.000 dihemat oleh sekelompok orang yang menggunakan Transfer Faktor dari biaya perawatan medis, kunjungan dokter , dan biaya obat-obatan.

[ Read More ]

Seluruh tubuh, termasuk DNA Anda, setiap hari mengalami serangan dari berbagai sumber, dari mulai dikarenakan buruknya makanan yang kita konsumsi sampai diakibatkan pengaruh polusi. Semua sel tubuh, termasuk sel-sel otak Anda, semuanya terkena radikal bebas ribuan kali sehari. Proses ini disebut "oksidasi," yang merusak sel-sel Anda.

Konsumsilah antioksidan. Mereka termasuk vitamin dan nutrisi yang khusus mentargetkan radikal bebas.

Makanan, terutama buah-buahan dan sayuran, merupakan sumber perlindung terhadap serangan radikal bebas, dan tubuh Anda sendiri juga menghasilkan pelindun terhadap serangan tersebut . Peran mereka adalah untuk membatasi kerusakan pada sel-sel Anda, yang dapat menghambat serangan penyakit dan proses penuaan.

Glutathione dan katalase adalah antioksidan yang sangat kuat yang dihasilkan didalam sel tubuh - jauh lebih kuat daripada antioksidan yang kita konsumsi. 

Penelitian menemukan bahwa dengan mengkonsumsi Transfer Factor maka oksidasi akan berkurang sekitar 35% pada tingkatan sel. Hal ini jauh lebih besar dibandingkan kombinasi dari antioksidan apa pun yang dapat kita konsumsi untuk mengurangi oksidasi. 


[ Read More ]

1. Bagaimana asal mula ditemukannya TF?
Pada tahun 1949, Dr. H. Sherwood Lawrence membuat penemuan yang revolusioner. Saat mempelajari penyakit Tubercolosis, ia menemukan bahwa kepandaian / IQ dari system kekebalan tubuh seseorang yang sudah pulih dari penyakitnya dapat dipindahkan kepada orang lain. Caranya dengan menggunakan molekul halus yang diekstrak dari sel darah putih (Leukosit). Beliau menamakan molekul halus itu sebagai Transfer Factor.

2.Apakah yang dimaksud “ kepandaian / IQ dari system kekebalan tubuh” ?
Setiap manusia atau hewan akan senantiasa diserang oleh berbagai jenis kuman, seperti: virus, bakteri, hama, parasit dan berbagai perusak dari luar tubuh yang menyebabkan penyakit. Sistem kekebalan tubuh bertindak memerangi musuh-musuh ini. Apabila musuh menyerang, gambaran rupanya kemudian akan disimpan dalam ‘ingatan’ molekul halus yang dinamakan Transfer Factor.


3.Bolehkan orang yang memiliki alergi terhadap susu (lactose intolerant) ataupun telur mengkonsumsi TF ?
Boleh! TF tidak memyebabkan alergi apapun karena tidak mengandung susu, lemak susu, ataupun gula susu (laktosa). Semua bahan itu telah diekstrak dipisahkan menjadi TF melalui teknologi yang canggih milik 4Life Research. TF adalah molekul kecil pembawa informasi “ IQ kekebalan tubuh”.

4.Apakah TF aman dikonsumsi, bahkan secara berlebihan ?
TF 100% aman, alamiah dan tidak mengandung sedikitpun racun. Para peneliti di Institute of Longevity Medicine telah melakukan percobaan dengan memberikan dosis sebesar ratusan kali kepada para sukarelawan untuk mangantisipasi suatu reaksi tertentu. Bahkan di Rusia ada sukarelawan yang mencoba lebid dari 1000 kapsul sekaligurs. Namun ternyata tidak terdapat efek samping apapun, Membuktikan bahwa TF benar-benar aman dan tidak beracun.

5.Jika TF benar-benar bagus dan berkhasiat, mengapa para dokter tidak menganjurkan bagi para pasien di klinik ?
Para dokter di Amerika dan Eropa sudah mulai menggunakan dan menyarankan konsumsi TF bagi para pasien mereka. TF juga disarankan dalam buku PDR (Physicians Desk Reference) yaitu buku panduan dan rujukan suplemen dan obat bagi para dokter. Terdapt beribu-ribu testimony dari para pasien yang telah berhasil mengatasi penyakitnya dengan menggunakan TF dan juga disahkan oleh berbagai pakar kedokteran.

6.Bila saya telah mengkonsumsi suplemen lain seperti vitamin, herbal, enzim, dan bahkan obat dokter, apakah saya perlu mengkonsumsi TF lagi?
Makanan tambahan lain hanya membekali zat kepada sel dan organ, tetapi tidak memberikan informasi atau IQ kekebalan tubuh kepada system kekebalan tubuh untuk mengenal lawannya. TF adalah system pertahanan alamiah untuk manusia dan tidak ada kontraindikasi apapun terhadap suplemen lain, termasuk obat dokter. Sebaliknya TF akan membantu mempercepat proses kesembuhan seseorang.

7.Apakah semua orang boleh mengkonsumsi TF ? Bahkan untuk bayi dan anak kecil ? Bagaimana dengan wanita hamil ?
Boleh, dari bayi yang baru dilahirkan hingga orang tua boleh mengkonsumsi TF karena ia merupakan produk alamiah. Bagi wantia hamil, RF juga aman digunakan. Namun demikian, TF Plus tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter masing- masing terlebih dahuli bila diinginkan.

8.Saya cukup sehat. Apakah saya perlu mengkonsumsi TF ?
TF mendidik system kekebalan tubuh kita untuk mengenali dan bersiaga terhadap serangan berbagai kuman penyakit. Serangan ini berlaku setiap hari akibat dar icara hidup zaman modern yang sarat pencemaran makanan, air, dan udara. Pencegahan adalah lebih baik dari pada pengobatan. Lagi pula walaupun kita tampak sehat, system kekebalan tubuh kita sebenarnya bekerja lembur setiap hari untuk memastikan ketahanan hidup kita. Jika system kekebalan tubuh ini tidak mendapat energy TF secukupnya, kita bisa cepat merasa letih dan lesu.

9.Berapa seringnya saya harus menkonsumsi TF ?
Setiap hari tubuh kta menghasilkan sel kekebalan tubuh baru yang memerlukan ‘ pendidikan ‘. TF harus dikonsumsi setiap hari untuk memastikan system kekebalan tubuh kita senantiasa mendapat dukungan dan pendidikan untuk menghadapi berbagai macam penyakit yang senatisasa memenuhi alam sekitar.
Apalagi di jaman sekarang yang mana terdapat banyak serangan virus baru seperti SARS, ANTHRAX, FLU BURUNG, HIV-AIDS yang semakin leluasa. Jenis jenis panyaki lain yang bermula dari serangan virus dan kuman juga memerlukan konsumsi TF.




[ Read More ]

Transfer Factor adalah suatu sel molekul pembawa pesan yang membawa informasi kekebalan tubuh dari suatu individu ke dalam system kekebalan tubuh individu yang lain.

Jadi Transfer Factor berfungsi untuk : 
• Memberikan kepandaian kepada sel imun yang “naïf” untuk mengenali, merespon dan mengingat terhadap bibit penyakit yang masuk.
• Imunoregulator (mengatur system kekebalan tubuh agar tetap optimal).
• Mendorong peningkatan kemampuan / aktivitas Sel pembunuh Alamiah (NK Cell) secara signifikan.

Transfer Factor tersusun oleh asam -asam amino yang bekerja sebagai imunoregulator yang mencerdaskan system kekebalan tubuh dalam memerangi penyakit dan menjaga tubuh kita agar tetap sehat.


Transfer Factor AdvanceTM Formula :
Kegunaan : Mencerdaskan system kekebalan tubuh, baik tubuh yang sehat atau yang terserang penyakit serta sebagai dasar penunjang pemulihan terhadap penyakit seperti : infeksi virus, bakteri, parasit, jamur, system syaraf dan masalah autoimun; lupus, Pakinson, Asma, Alergi, Ginjal, Diabetes, Rematik Arthitis, Autis, Asam Urat, Multiple Sklerosis.

Transfer Factor Plus®Advance Formula :
Kegunaan : Mencerdaskan system kekebalan tubuh yang terserang penyakit serta sebagai penunjang pemulihan terhadap penyakit yang berkaitan dengan melemahnya system kekebalan tubuh seperti : Kanker, Tumor, Hepatitis B.C, Leukemia, Typus, TBC, Herpes, Sinusitis, Penyakit Infeksi dll.

Transfer Factor CardioTM :
Kegunaan : Membantu menyehatkan jantung dan pembuluh darah (jantung koroner, stroke, hypertensi, hypercholestrol). Menjaga elastisitas Pembuluh Darah dan sekaligus membantu kadar tekanan darah menjadi normal. Menguatkan pembuluh kapiler yang rapuh.

Transfer Factor GluCoachTM :
Kegunaan : Membantu penderita penyakit diabetes dengan meningkatkan fungsi pancreas, menjaga stabilitas kadar gula darah, meningkatkan fungsi insulin yang sehat. Menjaga ambang batas glukosa dalam darah juga kemampuan tubuh untuk memproses gula serta membuat kadar kolesterol yang sehat.



[ Read More ]

Secara ringkas, Transfer Factor ditemukan pada tahun 1949 ketika seorang peneliti menggunakan sel darah putih dari manusia yang terinfeksi ke manusia sehat yang sudah diimunisasi. Namun sekarang kita mampu mengekstraksi Transfer Factor dari kolostrum sapi dan kuning telur ayam, sehingga membuatnya menjadi tersedia bagi konsumsi publik. 

Bagaimana kita bisa menghubungkan manusia dengan sapi dan ayam, dan mengapa semua itu dapat bekerja? Ternyata Transfer Factor tidak spesifik bagi manusia atau spesies tertentu, ini berarti Transfer Factor yang dihasilkan oleh manusia, sapi, anjing, atau bahkan ayam dapat dipertukarkan. Mereka seperti arsip komputer ditulis dalam kode dasar, membuatnya mudah dibaca oleh komputer jenis apapun. Transfer Factors merepresentasikan bahasa universal yang dapat digunakan untuk mengendalikan secara langsung aktivitas sistem daya tahan tubuh. 


Fakta bahwa Transfer Factor dapat diproduksi secara massal dan sekarang tersedia untuk publik adalah sangat penting. Mungkin satu hal yang lebih penting adalah kemungkinan bahwa Transfer Factor dapat dibuat untuk penyakit seperti H5N1 penyebab dari flu burung, seperti yang disarankan oleh Dr. Pizza dan koleganya. Jika sapi atau ayam diinjeksi dengan virus H5N1, informasi tentang virus akan termasuk dalam kolostrum atau telur yang diproduksi oleh hewan. Mereka dapat diambil secara oral dari manusia - tidak perlu ada injeksi - dan dapat, paling tidak secara teoritis, mencegah pandemi H5N1. 

Transfer Factor bukanlah obat-obatan dan tidak secara langsung menyerang penyakit. Mereka merupakan suplemen yang memperbanyak aktivitas sistem imun sehingga sistem daya tahan tubuh dapat menyerang penyakit. Mereka melakukannya secara aman dengan efek samping minimal -- bahkan ketika diinjeksikan ke manusia -- melampaui gejala seperti flu ringan yang umumnya muncul selama beberapa minggu pertama penggunaannya. Tidak ada komplikasi serius pernah dilaporkan dalam ratusan tulisan mengenai topik ini. 

Transferf Factor bekerja sangat berbeda dari obat-obatan farmasi. Transfer Factor membantu sistem daya tahan tubuh mengurus dirinya sendiri menggunakan bahasa yang dapat dimengerti secara inheren. Meningkatkan sistem imun ikut meningkatkan kemungkinan manusia menyembuhkan dirinya sendiri, terutama jika Transfer Factor yang digunakan adalah yang didesain untuk patogen tertentu. 
Lagi-lagi, mereka bekerja dengan membantu sistem imun melakukan pekerjaannya. Ini bagian yang membuat mereka dikatakan sebagai suplemen dan bukannya obat-obatan.



[ Read More ]

Transfer Factor bukan obat, bukan multi vitamin, bukan mineral, bukan herbal, bukan antioksidan atau apapun yang dikenal sebagai Nutrisi. 
Kalau kami menyebutnya Nutrisi karena tidak ada kata yang lebih baik dari itu.
Transfer Factor tidak seperti Nutrisi yang kita kenal. 

Transfer Factor merupakan informasi dalam molekul kecil yang mengatur banyak fungsi dalam tubuh kita. Transfer Factor adalah pengatur kesehatan kita. Kita sudah memiliki Transfer Factors dalam tubuh kita, tetapi dalam perjalanan waktu, kita tidak memiliki cukup banyak Transfer Factor dan kita harus menambahkan tubuh kita dengan Transfer Factor. 


Transfer Factor ini mengatur sejumlah besar sel sistem kekebalan dan cairan kimiawi tubuh kita. Transfer Factor juga mengatur produksi antioksidan tubuh kita. 
Transfer Factor berpengaruh di sejumlah fungsi dan proses dalam tubuh kita, seperti pada sistem kekebalan tubuh, detoksifikasi (pengeluaran racun), peremajaan sel tubuh, anti oksidasi dan pada proses penuaan. 

Transfer Factor menyimpan sejumlah informasi yang digunakan untuk mengatur kesehatan kita. Transfer Factor menggunakan asam amino untuk menyimpan informasi ini. Susunan asam amino berurutan seperti huruf alfabet. 
Bayangkan berapa banyak kata-kata yang dapat disebutkan dari 26 jenis huruf alphabet (A – Z ). Transfer Factor mempunyai 44 (jenis ) asam amino. 

Contoh cara kerja Transfer Factor dapat terlihat ketika terjadinya kontak antara tubuh kita dengan kuman cacar air. Pertama kali terjadinya kontak dengan kuman cacar air, Tubuh kita akan mengembangkan kuman cacar air. Sepanjang hidup kita akan terjadi kontak dengan kuman cacar air berulang kali, tetapi hanya mengembangkan penyakit cacar air hanya sekali. Mengapa? 

Transfer Factor seperti otak kecil yang mengambang di seluruh tubuh kita. Misalnya, Transfer Factor menyimpan informasi tentang karakteristik kuman cacar air. Ketika kuman cacar air kembali masuk ke dalam tubuh, Transfer Factor akan mengenali kuman ini lalu berkomunikasi dengan sel-sel sistem kekebalan tubuh kita untuk membunuh kuman tersebut. Karena itu,tubuh kita tidak akan mengembangkan cacar air untuk yang kedua kalinya. 

Transfer Factor ada didalam system imun Anda. Mereka adalah “Kecerdasan” system imun Anda



[ Read More ]

AKAR PENYEBAB:
Kanker dimulai ketika jumlah sel-sel kanker yang terbentuk lebih cepat penyebarannya dibandingkan dengan sel kanker yang dapat  dibunuh/dihancurkan oleh system kekebalan tubuh
Kanker hanya  dapat terus tumbuh dan menyebar diarea diluar jangkauan  dari  pertahanan system kekebalan tubuh kita. 
Sistem kekebalan tubuh adalah pertahanan kita yang pertama dan yang terakhir dalam melawan kanker. Kanker disebabkan oleh kegagalan sistem kekebalan tubuh.

PENGOBATAN:
Pembedahan, radiasi, dan kemoterapy.  Tiga macam pendekatan yang diartikan sebagai memotong, membakar dan meracuni  ternyata lebih buruk dari penyakit kanker itu sendiri. Ketiga hal tersebut dapat memperburuk kanker.

EFEK Pembedahan:
Sebagian besar orang meyakini bahwa operasi akan menghilangkan “masalah kanker”. Statistik menunjukkan bahwa operasi kenyataannya justru meningkatkan risiko kambuhnya kanker atau terjadinya kematian si penderitanya. (Ahli bedah kanker payudara Michael Baum Lancet 1966).

Dr Yehuda Folkman seorang peneliti Harvard menunjukkan bahwa penyebaran kanker terjadi dengan terbentuknya pembuluh darah baru yang dikenal sebagai angiogenesis yang adalah pembuluh darah yang terbentuk setelah operasi kanker yang membawa darah yang  menkondisikan pertumbuhan kanker. (Lancet, 1996:347: 200)
  • Kerusakan jaringan, anestesi, nyeri pasca operasi dan stres psikologis membuat  bebantambahan pada sistem kekebalan tubuh yang sudah terlalu banyak bekerja dan sudah habis.
  • Trauma dan dampak psikologis misalnya pada pengangkatan payudara seperti pada kanker payudara.
  • Ketika organ diangkat, mungkin memerlukan hormon permanen atau terapi obat lainnya.

Kemoterapi:
 Menggunakan bahan kimia beracun yang mengancam kehidupan,
  • Memerlukan biaya yang mahal serta tidak efektif dalam mengontrol penyebaran kanker.
  • Efek samping yang lebih buruk daripada penyakit itu sendiri.
  • Obat beracun yang digunakan tidak hanya membunuh sel kanker tetapi juga menghancurkan sel-sel yang sehat lainnya  yang membuat situasi menjadi lebih buruk.

Radiasi:
Adalah tindakan membombardir tubuh dengan sinar tersebut, yang dalam dosis tinggi dapat mematikan semua sel hidup - dan diketahui dapat menyebabkan kanker pada dosis apapun.
Sebuah singgungan sedikitpun akan ikut membakar sel normal juga. 
Sekarang diketahui bahwa jika pasien kanker payudara diperlakukan dengan radiasi, lebih dari 60% dari mereka akhirnya akan terkena kanker paru-paru. (Med. Oncol, 1994; 11: 121-5).


BAGAIMANA CARA  Transfer Factor   MEMBANTU Penyembuhan KANKER
  • Transfer Factor meningkatkan kecerdasan sistem kekebalan tubuh untuk mampu mengenali dan membunuh sel-sel kanker dan sel-sel yang bermutasi.
  • Transfer Factor  Plus dapat meningkatkan aktivitas Natural Killer sel yang diakui mencapai 437% diatas batas standard dan hanya membunuh sel kanker dan sel yang bermutasi saja.
  •  Studi Independen di Rusia terhadap  4Life Transfer Factor menyatakan bahwa Transfer Factor Plus  mampu membunuh sel kanker hingga 97% dibandingkan dengan Interlukin 2 yang membunuh hingga 88% ( biaya interlukin 2 sekitar Rp 510.000.000 per injeks i) setelah 48 jam.
  • Aman  dan tidak beracun dengan tidak ada efek samping terhadap kemoterapi ataupun radiasi.
  • Memperkuat dan mengatur ketepatan dan kecepatan  respon system imun.
  • Menginduksi sel-sel Anda untuk menghasilkan antioksidan alami yang kuat (glutathiones) dalam sel Anda guna menetralisir radikal bebas.
  • Glutathiones dapat dikonversi menjadi Glutathiones Transverase yang merupakan agen detoksifikasi yang paling kuat.

[ Read More ]