Penggunaan obat antibiotik untuk mengobati infeksi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Para ahli memperingatkan dokter dan suster untuk lebih berhati-hati dalam memberikan antibiotik dosis tinggi pada anak.
Pemberian yang sangat hati-hati ini berkaitan dengan masalah keselamatan dan kesehatan si anak nantinya.
Penggunaan obat antibiotik dengan tidak benar pada usia muda berisiko menyebabkan kerusakan ginjal atau kehilangan pendengaran.
Pemberian antibiotik yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mempengaruhi efektivitas dan toksisitas dari obat itu sendiri.
Antibiotik yang diberikan harus aman bagi anak yang sedang sakit agar reaksi merugikan yang mungkin timbul dapat diminimalisir. Karenanya orangtua juga harus diberitahu mengenai kemungkinan risiko dari setiap perawatan yang diberikan pada anakinya.
"Karena daya tahan tubuh anak belum terbentuk secara sempurna sehingga setiap tindakan yang diambil harus dipikirkan mengenai risikonya," katanya.
Seperti dikutip dari Irishhealth, antibiotik adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Namun antibiotik tidak akan efektif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus.
Jika seseorang mengalami sakit tenggorokan atau flu yang disebabkan oleh virus, maka pengobatan dengan antibiotik hanya sedikit atau tidak memiliki peran sama sekali. Karena sebenarnya penyakit yang disebabkan oleh virus bisa hilang dengan sendirinya jika memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Jadi jika dokter memberikan antibiotik untuk sakit flu itu suatu kekeliruan.
Beberapa antibiotik hanya efektif terhadap bakteri tertentu saja, sebagai contoh antibiotik penisilin bisa diresepkan untuk sakit tenggorokan akibat bakteri streptokokus. Meresepkan antibiotik tergantung dari letak dan tipe dari infeksi yang muncul.
Bakteri memiliki kemampuan untuk mengalami resistensi atau kebal terhadap antibiotik, sehingga penggunaan antibiotik tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Namun antibiotik akan memiliki potensi yang efektif jika digunakan secara tepat.
Beberapa antibiotik ada yang menimbulkan efek samping seperti mual, muntah atau diare akibat perubahan keseimbangan bakteri di dalam usus.
Transfer Factor Pelindung Kesehatan Anak yang Sangat Aman
Transfer Factor tidak berbahaya, benar-benar aman, tidak berasa dan mudah dikonsumsi. Terutama untuk Anak-anak kelihatannya lebih mendapat manfaat dari pemberian Transfer Factor. Transfer Faktor ini biasanya dapat dengan mudah ditambahkan ke susu formula, Jus atau makanan yang dikonsumsi.
Dr David Markowitz, seorang dokter anak yang praktek di Maine baru saja menyelesaikan kajian selama dua belas bulan pengalaman pertamanya memberikan Transfer Factor kepada para pasien anak-anak. Kajian tersebut menemukan bahwa delapan puluh delapan anak-anak yang menggunakan Transfer Factor setiap hari pada dosis yang dianjurkan selama enam bulan atau lebih menunjukan bahwa 74% menunjukkan mengalami penurunan penyakit dan 84 % dilaporkan terjadi penurunan penggunaan antibiotik. Dengan menggunakan ukuran apa pun, hasil ini sangat signifikan. Sama pentingnya adalah kenyataan bahwa tidak ada efek samping yang dilaporkan. Di samping itu, Dr Markowitz menekankan bahwa hasil awal menunjukkan bahwa lebih dari US $ 25.000 dihemat oleh sekelompok orang yang menggunakan Transfer Faktor dari biaya perawatan medis, kunjungan dokter , dan biaya obat-obatan.
ANTIBIOTIK Amankah ?
Posted by YURIST on 18.59

