Secara ringkas, Transfer Factor ditemukan pada tahun 1949 ketika seorang peneliti menggunakan sel darah putih dari manusia yang terinfeksi ke manusia sehat yang sudah diimunisasi. Namun sekarang kita mampu mengekstraksi Transfer Factor dari kolostrum sapi dan kuning telur ayam, sehingga membuatnya menjadi tersedia bagi konsumsi publik.
Bagaimana kita bisa menghubungkan manusia dengan sapi dan ayam, dan mengapa semua itu dapat bekerja? Ternyata Transfer Factor tidak spesifik bagi manusia atau spesies tertentu, ini berarti Transfer Factor yang dihasilkan oleh manusia, sapi, anjing, atau bahkan ayam dapat dipertukarkan. Mereka seperti arsip komputer ditulis dalam kode dasar, membuatnya mudah dibaca oleh komputer jenis apapun. Transfer Factors merepresentasikan bahasa universal yang dapat digunakan untuk mengendalikan secara langsung aktivitas sistem daya tahan tubuh.
Fakta bahwa Transfer Factor dapat diproduksi secara massal dan sekarang tersedia untuk publik adalah sangat penting. Mungkin satu hal yang lebih penting adalah kemungkinan bahwa Transfer Factor dapat dibuat untuk penyakit seperti H5N1 penyebab dari flu burung, seperti yang disarankan oleh Dr. Pizza dan koleganya. Jika sapi atau ayam diinjeksi dengan virus H5N1, informasi tentang virus akan termasuk dalam kolostrum atau telur yang diproduksi oleh hewan. Mereka dapat diambil secara oral dari manusia - tidak perlu ada injeksi - dan dapat, paling tidak secara teoritis, mencegah pandemi H5N1.
Transfer Factor bukanlah obat-obatan dan tidak secara langsung menyerang penyakit. Mereka merupakan suplemen yang memperbanyak aktivitas sistem imun sehingga sistem daya tahan tubuh dapat menyerang penyakit. Mereka melakukannya secara aman dengan efek samping minimal -- bahkan ketika diinjeksikan ke manusia -- melampaui gejala seperti flu ringan yang umumnya muncul selama beberapa minggu pertama penggunaannya. Tidak ada komplikasi serius pernah dilaporkan dalam ratusan tulisan mengenai topik ini.
Transferf Factor bekerja sangat berbeda dari obat-obatan farmasi. Transfer Factor membantu sistem daya tahan tubuh mengurus dirinya sendiri menggunakan bahasa yang dapat dimengerti secara inheren. Meningkatkan sistem imun ikut meningkatkan kemungkinan manusia menyembuhkan dirinya sendiri, terutama jika Transfer Factor yang digunakan adalah yang didesain untuk patogen tertentu.
Lagi-lagi, mereka bekerja dengan membantu sistem imun melakukan pekerjaannya. Ini bagian yang membuat mereka dikatakan sebagai suplemen dan bukannya obat-obatan.
Apa Itu TRANSFER FACTOR Bag.2
Posted by YURIST on 07.40

